Monday, June 20, 2011

[Sinopsis] Hotelier Episode 20 (END)


Yun hee berjalan perlahan-lahan ke arah Yong jae yang sudah lama menunggunya. “bagaimana makan malamnya?” tanya Yong jae “baik” jawab Yun hee singkat “apa Hyung Tae jun sedih melihat kau akan pergi?” tanya Yong jae lagi “iya” “apa dia akan mengantarmu besok?” tanya Yong jae lagi untuk kesekian kalinya “aku melarangnya mengantarku, tunggu sebentar aku punya sesuatu untukmu” jawab Yun hee dan masuk ke kamarnya dan tak lama kemudian keluar dengan membawa sebuah mp3 “ini untukmu, di dalamnya banyak lagu kesukaanku, kamu harus memikirkan aku ketika mendengarkannya. Kamu mau kan chatting denganku nanti?” tanya Yun hee.

Yong jae tersenyum senang “Yun hee akhirnya kau menyadari keberadaanku”, Yun hee ikut tersenyum “pulanglah, malam ini aku ingin sendirian. Mianhae Yong jae” “tidak apa-apa, aku mengerti” jawab Yong jae.

Keesokan harinya, Jin young dikelilingi oleh beberapa ibu cleaning servis yang tidak berhenti memberondongnya dengan berbagai pertanyaan dan terus mengagumi cincin pemberian Dong hyuk. Hal itu membuat Son jung sedikit cemburu dan mengatakan kalau cincin seperti itu banyak djual di toko-toko dan tidak terlihat terlalu istimewa.

Pembicaran mereka dipotong oleh kedatangan Tae jun yang menyuruh mereka untuk bersiap-siap karena peresmian gedung baru akan dimulai malam nanti. Son jung yang cemburu dengan Jin young tidak berhenti mengatakan cincin pemberian Dong hyuk agar terdengar oleh Tae jun. Tapi sepertinya Tae jun tidak terlalu perduli dan berlalu pergi bersama dengan Hyun chul, asistennya.

“mengapa kau seperti itu Sunbae, mengapa kau mengatakan tentang cincin dihadapan Tae jun?” tanya Jin young ketika mereka berdua “bukannya itu menyenangkan, tidak perlu ditutup-tutupi, lagipula kisah cinta segitiga akhirnya berakhir juga” jawab Son jung cuek “kamu terlalu banyak bergosip dan ikut campur kehidupan orang lain, aku pikir kamu adalah sahabat terbaikku, tetapi ternyata tidak” ucap Jin young emosi “kau memiliki dua pria yang mencintaimu dan hal itu membuatmu sombong. Apa lagi yang bisa kukatakan, aku iri hati dan cemburu” ucap Son jung tak kalah emosinya “Sunbae jaga ucapanmu, kamu benar-benar keterlaluan” teriak Jin young dan berlalu pergi.

“apa katamu, aku keterlaluan” teriak Son jung dan seketika berhenti berteriak begitu melihat Manager Oh melintas. Manager Oh melemparkan sebuah senyuman kepada Son jung, namun Son jung terlihat sama sekali tidak perduli dan memutuskan masuk ke ruangan para manager. Manager Oh tidak tinggal diam dan mengikutinya.
“jangan bicara padaku, aku tidak memiliki sesuatu yang ingin kuberitahu padamu” ucap Son jung sedih ketika Manager Oh mendekat dan duduk disampingnya “apa hebatnya dia, ….. ketika dia ditipu, ketika dia menangis, aku menemaninya minum dan bahkan membawanya ke Hotel…. Aku sangat baik padanya, dan dia…… apa mengatakan kepadaku keterlaluan? Apa yang begitu hebat dengan cincin itu?” ucap Son jung sedih. Manager Oh hanya duduk terdiam dan mendengarkan semua keluhan Son jung. Saat Son jung mengatakan tentang cincin, Manager Oh reflex mengeluarkan sebuah cincin dan memperlihatkan tepat di hadapan Son jung.

“aku tahu ini bukan cincin yang mahal, tapi aku ingin memberikannya kepadamu” ucap Manager Oh senang “apa maksudmu dengan cincin yang mahal?” tanya Son jung heran dan mulai berhenti menangis “berikan tanganmu” ucap Manager Oh “untuk apa, aku memberikan tanganku, jika kau ingin memberiku dan mengharapkan sesuatu, aku tidak mau” tolak Son jung “cepat berikan tanganmu” paksa Manager Oh dan menarik tangan Son jung kemudian memakaikan cincin ke tangan Son jung dengan paksa “ahhhhh” teriak Son jung kesakitan karena cincin sama sekali tidak bisa masuk secara penuh ke jari manisnya (hehehehe, jari-jari Son jung kebesaran).
Tae jun pergi ke restoran Casablanca. Tae jun terduduk dan mulai mengingat saat-saat kebersamannya dengan Jin young. Hal yang paling membuat Tae jun sakit saat di Las vegas Jin young mengatakan ketika mereka kembali ke Seoul nanti, mereka akan menjadi teman. Memang bukan sepenuhnya salah Jin young mengatakan seperti itu, karena Tae jun sudah menggantung hubungan mereka tanpa status yang jelas selama hampir 3 tahun.


Tae jun mulai mencari Jin young kesegala penjuru Hotel Seoul. Langkah kaki Tae jun terhenti saat melihat Jin young berada di salah satu restoran Hotel dan sedang mematikan lampu. Tae jun mendekati Jin young “astaga kau membuatku ketakutan, semuanya sudah beres” ucap Jin young, namun Tae jun hanya berdiri dan terus melihatnya.

Hal itu membuat Jin young sedikit salah tingkah. Tatapan Tae jun penuh arti seolah-olah meminta maaf atas semua hal bodoh yang sudah dilakukannya. Tapi semua sudah terlambat, Jin young sudah memilih Dong hyuk dan tidak ada harapan lagi bagi Tae jun.

Jin young berjalan tergesa-gesa menuju kamar Dong hyuk. Jin young hanya memandangi pintu kamar Dong hyuk yang tertutup. Dirinya sama sekali tidak berniat untuk mengetuk, entah apa yang membuatnya seperti itu. Jin young lebih memilih untuk bersembunyi di balik dinding di ujung kamar Dong hyuk sambil sesekali mengintip. Jin young melihat cincin pemberian Dong hyuk dan tidak lama kemudian terlihat sebuah mobil berwarna hitam berhenti di samping mobil Dong hyuk.

Nyonya Choi turun dari mobil dipapah oleh asistennya dan seorang dokter. Nyonya Choi kemudian dibawa masuk ke kamar persis di sebelah kamar Dong hyuk. Jin young samar-samar mendengar percakapan antara Tae jun dan dokter mengenai penyakit Nyonya Choi yang bertambah parah dan kondisinya yang mulai mengalami penurunan.
Tae jun tidak sengaja melihat Jin young yang berdiri mematung. Tatapan mereka saling bertemu.

Jin young mengetuk pintu kamar Nyonya Choi dan masuk begitu Nyonya Choi mempersilahkannya. “Presiden, aku sudah mendengarnya dari Tae jun” ucap Jin young sedih “aku sudah mengatakan kepadanya untuk merahasiakan hal ini, tetapi ternyata dia memberitahukanmu. Aku sudah menganggapmu sebagai putriku, seharusnya aku sendiri yang mengatakan kepadamu, maaf. Aku ingin meminta bantuan darimu” “silahkan katakan” ucap Jin young “bila….. suatu hari….. aku pergi…. Tolong jangan tinggalkan Hotel ini, tetaplah disini menjaganya. Bisakah kau berjanji padaku? Aku merasa tenang bila kamu dan Tae jun yang menjaga Hotel ini, itu harapan terakhirku, maukah kau berjanji padaku?” tanya Nyonya Choi. Jin young berusaha menahan air matanya “iya Presiden” ucap Jin young sedih.

Acara peresmian gedung baru Hotel Seoul akhirnya dimulai. Nyonya Choi diikuti Tae jun, Jin young, Son jung, Yong Jae dan tentunya Manager Oh berjalan bersama-sama untuk melakukan gunting pita. Mi hee menyerahkan gunting kepada Nyonya Choi dan yang lainnya. Gedung baru Hotel Seoul resmi digunakan dengan diguntingnya pita oleh Nyonya Choi dan yang lainnya bersamaan.

Nyonya Choi terlihat senang begitupun dengan yang lainnya. Perjuangan mereka tidak sia-sia. Tatapan Tae jun dan Jin young lagi-lagi bertemu. Tae jun tersenyum begitupun dengan Jin young.
Son jung mendekati Jin young yang sedang menuang air ke gelas.

“apa yang kamu lakukan?” tanya Jin young ketika Son jung menggelitiknya
“masih marah?” tanya Son jung dan mengambil sebuah bunga mawar merah yang terletak di meja “aku punya satu juga” tambah Son jung dan memamerkan sebuah cincin yang sedang dipakainya.
“hahhhhh, omo, itu indah sekali, siapa yang memberikannya?” tanya Jin young senang sekaligus penasaran “apa Koki Noh?” tambah Jin young dan tertawa meledek dan sebuah pukulan lembut mendarat dibahunya “astaga, aku tidak menyangka Manager Oh sangat berani”
“cantik kan?” tanya Son jung dan masih saja tersenyum
“tetapi kau hanya memakainya setengah dan meninggalkan setengahnya lagi, cara kau memakainya tidak benar?” tanya Jin young
“oh, aku merasa senang memakainya seperti ini” ucap Son jung mencoba berkelit “tetapi kenapa Tuan 300 Mawar tidak ada disini?” tanya Son jung
“oh, dia pasti akan kesini sebentar lagi” jawab Jin young.
Terdengar suara tepuk tangan dari orang-orang disekitar Jin young dan Son jung. Percakapan mereka akhirnya dihentikan karena Nyonya Choi akan memberikan sambutan kepada para tamu.

“Beberapa mengatakan kalau Hotel Seoul tidak akan bertahan lama bahkan ada yang mencoba untuk mengambil alih Hotel Seoul, tetapi sampai sekarang kami masih berdiri disini. Aku menyadari bahwa ini adalah kerja keras semuanya. Saya ingin memberikan sebuah hadiah untuk kalian semua, saya memberikan saham saya sebesar 28% untuk kalian semua dan saya baru saja selesai menandatangani dokumennya. Saya harap kalian bisa menjaganya dengan baik. Saya punya satu pengumuman penting untuk kalian semua, aku akan beristirahat untuk sementara waktu”. Jin young merasa sedih mendengarnya sementara Yong jae terlihat terkejut dengan keputusan ibunya.
“hari ini adalah hari yang bahagia, silahkan bersenang-senang” tambah NYonya Choi.
Nyonya Choi mengakhiri pidatonya dan meninggalkan keramaian menuju ruangannya. Nyonya Choi menyeka keringat yang menetes dari dahinya. Kondisinya semakin drop dan hal itu membuatnya tidak bisa terlalu kecapean dan letih. Yong jae mendekati ibunya.

“ibu kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya Yong jae dan duduk di hadapan ibunya
“kamu tidak harus berubah karena aku sakit, Yong jae kamu harus hidup dan sehat seperti sekarang, mengerti?”
“ibu, aku selalu membuatmu bersedih, mengapa tidak memberitahukanku?” ucap Yong jae dan menggenggam tangan ibunya “aku tidak akan menyusahkanmu lagi, aku akan menjadi anak yang bisa kamu banggakan”.
“aku bangga memilikimu Yong jae”
“aku akan bekerja keras dan ibu harus tetap hidup”
“tentu saja, aku ingin melihatmu menikah”.

Alunan musik mewarnai kedatangan Dong hyuk dan Leo. (aku suka banget dengan lagu ini, romantis). Jin young yang sedang asyik menikmati alunan melodi yang mengalun berpaling ketika melihat Dong hyuk. Dong hyuk berjalan perlahan-lahan ke arah Jin young sementara Jin young terus menunggu Dong hyuk hingga sampai dihadapannya. Jin young terus menunggu Dong hyuk seperti arti dari lagu yang dibawakan penyanyi.

Dong hyuk mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya dan Jin young terlihat sedih ketika menerima sebuh tiket dari tangan Dong hyuk.

Dong hyuk : (senang) Jin young jika kamu pergi ke Amerika tempat mana yang ingin kamu kunjungi? Kebanyakan orang ingin mengunjungi Patung Liberty atau Empire state Build, kalau Leo dia pasti akan pergi ke Chinatown untuk makan mie daging sapi, dia mengatakan mie dapat mengurangi kemarahan perutnya. Bagaimana dengan kamu?
Jin young : (terdiam) Dong hyuk, aku harus memberitahu kamu, aku tidak bisa pergi denganmu, maaf.

Senyum yang sempat tersungging di wajah Dong hyuk perlahan-lahan memudar mendengar ucapan Jin young. Jin young tidak memiliki pilihan lain karena sudah berjanji kepada Nyonya Choi untuk tetap tinggal dengan konsekuensi harus kehilangan Dong hyuk.
Leo memberitahukan kepada Dong hyuk kalau Jaksa sekali lagi mengkonfirmasi jadwal keberangkatan mereka. “aku tidak bisa pergi, aku tidak bisa pergi tanpa Jin young” ucap Dong hyuk.
Jin young terduduk di kursi karena kelelahan dnegan aktifitas yang dijalaninya. Selama Hotel Seoul memiliki sebuah gedung baru, pekerjaan untuknya semakin bertambah berat. Jenny yang melihatnya menawarkan kopi buatannya untuk Jin young.

“apa unnie bertemu dengan oppa?” tanya Jenny dari dapur “iya” jawab Jin young lesu “apa dia mengatakn sesuatu?” tanya Jenny lagi “mengenai keberangkatannya ke Amerika?apa kau tidak ingin ikut bersamanya?” tanya Jin young “aku bekerja disini unnie, bagaimana dengan unnie sendiri, apa tidak ingin pergi ke Amerika dengan oppa?” tanya Jenny, Jin young terlihat sedih dan kembali melamun “aku benar-benar bingung, Jenny tolong beritahu apa yang harus aku lakukan?” tanya Jin young “aku ingat ketika Paman Tae jun meninggalkanmu di gurun pasir dia kembali untukmu” jawab Jenny dan ikut duduk disamping Jin young dengan membawa dua gelas kopi “Tae jun, jika aku melakukannya sekali lagi, apa dia akan melakukan hal yang sama, Jenny kakakmu baru saja memberikanku sebuah tiket untuk penerbangan besok” ucap Jin young “apa yang akan kamu lakukan?” tanya Jenny.

Leo mulai memasukkan barang bawaan mereka ke bagasi mobil sementara Dong hyuk hanya berdiri dan memandang jauh ke depan, berharap sebuah keajaiban agar Jin young mau ikut dengannya ke Amerika. Leo melirik jam tangannya dan melihat ke arah Dong hyuk yang masih berdiri menunggu Jin young.
Jin young terus menggengam tiket pesawat yang diberikan Dong hyuk padanya. Hatinya saat ini kalut dan semakin bertambah kalut saat Hyun chul datang dan mengatakan kalau Dong hyuk akan segera berangkat.
“Bos, saatnya untuk berangkat” panggil Leo namun tidak ada tanggapan dari Dong hyuk. Leo memutuskan masuk ke dalam mobil dan mulai menstaternya. Dong hyuk mulai bereaksi dan perlahan-lahan mendekati mobil. Langkahnya kembali terhenti, Dong hyuk kembali berbalik dan berharap Jin young akan datang dan berlari ke arahnya, namun harapannya sia-sia, Jin young sama sekali tidak datang. Dong hyuk akhirnya masuk ke dalam mobil dan perlahan-lahan mobil berjalan meninggalkan Hotel Seoul.

Jin young yang masih duduk di meja resepsionist memutuskan ke ruangan deputi bisnis dan meminta tolong kepada Hyun chul untuk menjaga meja. Jin young kemudian duduk di ruangan tersebut sambil menunggu rekan kerjanya selesai mengecek email Hotel. Sementara itu di mobil, Dong hyuk melihat-lihat Hp-nya.

“Manager Suh kamu memilki banyak email!semuanya dari Frank, apakah kamu ingin jika aku mencetaknya?” Tanya temannya dan hal itu membuat Jin young sontak terbangun dan buru-buru membaca email dari Dong hyuk.Ternyata DOng hyuk selalu mengirimkan email kepada Jin young, namun Jin young sama sekali tidak pernah membuka bahkan membacanya.

“Jin young, aku di pantai sekarang, aku melihat ayahku, aku membenci dia seumur hidupku, tetapi setelah pertemuan hari ini aku menyadari kalau itu adalah kerinduan dan bukan kebencian” (saat Dong hyuk menemui ayahnya untuk pertama kali)

“Hanya kamu yang disisiku saat ini, tanpa gangguan, hanya lima menit” (saat Jin young mengajak Dong hyuk ke salah satu villa megah di Hotel Seoul dan berdansa bersama)

“Apakah kamu terkena air hujan karena aku? Aku memberikan mantelku kepadamu, aku berpikir kamu akan kembali padaku, namun kamu sama sekali tidak menghubungiku” (saat Dong hyuk mengajak Jin young berkeliling kota Seoul)

“Jin young, aku berencana untuk memberitahukanmu kebenaran yang sebenarnya sewaktu kita di gereja, alasan mengapa diriku datang ke Seoul, alas an apa yang mengharuskanku ke Seoul, aku menyesal sudah membuatmu bersedih, jika kamu ingin aku lebih suka menyerah, tolong jangan tinggalkan aku, aku tidak dapat kehilangan dirimu” (saat Jin young mengetahui kebenaran kalau Dong hyuk ke Korea demi mengambil alih Hotel Seoul)
“Manager Suh ada email baru”.
“Jin young aku tidak bisa kehilangan dirimu, tidak perduli apapun yang terjadi aku tidak ingin kehilangan dirimu, aku tidak bisa membayangkan ini adalah akhir dari semuanya, jadi aku tidak mengatakan selamat tinggal kepadamu. Kau biarkan aku merasakan dan mengetahui apa yang disebut kehangatan dan cinta untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tidak bisa kehilangan kamu”.
Jin young tidak tinggal diam dan bergegas pergi. Jin young bahkan meminta tolong kepada Yong jae untuk mengantarnya, padahal saat itu Yong jae sedang membawa barang tamu.

“Aku hampir sampai di Bandara sekarang, aku seperti merasakan kalau kamu akan datang, tidak perduli dimana aku pergi, kamu akan selalu dihatiku, tidak perduli berapa banyak orang yang kutemui nanti, aku hanya ingin mendengar suaramu, berharap bisa melihatmu di keramaian. Jin young dimana kamu sekarang? Apa yang kamu lakukan? Aku tidak bisa melihatmu dimanapun, wajah kamu, suara kamu, aku hanya bisa merasakan kehangatan yang kau sisakan dalam hatiku. Sudah waktunya aku pergi namun aku masih belum melihatmu. Jin young aku harus pergi sekarang, Jin young aku merasa cinta kita sedang diuji sekarang, tidak perduli aku yang datang kepadamu atau kamu yang datang kepadaku, tolong berjanjilah kepadaku kalau kita akan saling menunggu sampai hari itu tiba, aku harus kembali ke sisiku, aku mencintaimu Jin young”.

Jin young mulai berlarian disepanjang perjalanan menuju tempat check ini dan tidak sengaja menjatuhkan tiket yang diberikan Dong hyuk kepadanya dan hal itu membuatnya tidak bisa bertemu dengan Dong hyuk ataupun sekedar mengucapkan kata perpisahan. (hiks,hiks,hiks).

Sebuah mobil terlihat behenti di depan kamar Nyonya Choi. Seorang pria paruh baya turun dari mobil dan mengalihkan pandangannya ke kamar yang bersebelahan dengan kamar Nyonya Choi. Kamar yang tak lain adalah kamar Dong hyuk yang sekarang sudah kosong dan tidak berpenghuni, Pria tersebut adalah Tuan Park, ayah Yun hee yang sengaja ingin menjenguk dan melihat Nyonya Choi.
Yong jae yang saat itu sedang menemani ibunya, memutuskan pergi dan meninggalkan ibunya berbicara berdua dengan Tuan Park.

“kamu sekarang bertambah kurus” ucap Tuan Park
“kamu jauh tampak lebih tua” balas Nyonya Choi
“Han Tae jun, Shin Dong hyuk, kedua pemuda itu akhirnya mengalahkanku, apa lagi yang bisa aku lakukan, aku harus menghukum mereka” ucap Tuan Park
“(Nyonya hoi tertawa) kamu masih belum berubah sedikitpun, kalau aku yang pergi duluan, sisa kamu yang tertinggal di angkatan kita”
“jangan berkata sembarangan, kamu pasti sembuh”
“bolehkah aku meminta sesuatu padamu, jika aku sudah tidak ada, kamu harus hidup lebih lama dan melihat apakah Yong jae dan Yun hee hidup dengan baik” pinta Nyonya Choi.
Yong jae mengantar Tuan park hingga keluar dari kamar. “apa kamu Yong jae?” Tanya Tuan Park “ya, direktur” jawab Yong jae singkat “apakah kamu menghubungi Yun hee baru-baru ini?” tanya Tuan Park “kami berhubungan melalui email” jawab Yong jae “lain kali kita makan malam bersama” tambah Tuan Park dan masuk ke dalam mobilnya.
Yong jae masuk kembali ke kamar melihat keadaan ibunya. “ibu percakapan kamu dengan Direktur aneh, apa benar dia berteman dengan ayah? Oh ya, kamu ingin air kan?” tanya Yong jae namun Nyonya Choi sama sekali tidak menjawab.

Jin young melihat Yong jae hanya melamun di pinggir tangga. Jin young mendekatinya “orang tuaku bekerja keras demi Hotel ini selama 30 tahun, namun setelah mereka tidak ada disini Hotel menjadi lebih ramai dari sebelumnya” ucap Yong jae “ya, kamu benar” jawab Jin young dan tersenyum.

GM berpatroli melihat lobby Hotel Seoul. GM memerintahkan kepada Manager Yu untuk mengganti lampu dan pohon Hotel Seoul yang sudah tidak baik lagi. Mi hee kemudian memanggil GM dan mengatakan kalau Direktur ingin bertemu dengannya. Mi hee menggoda GM dan hal itu membuat GM kesal dan memerintahkan untuk memindahkan Mi hee ke bagian cuci piring (hehehe, Mi hee, GM sudah memiliki Son jung).

GM masuk ke ruangan Direktur yang baru. Di meja terpajang foto Nyonya Choi dan Direktur Choi. “anda memanggil saya Direktur?” tanya GM yang sekarang dijabat oleh Oh Hyeong man “Asosiasi Pariwisata dunia memberikan award kepada Hotel Seoul sebagai Hotel terbaik di Asia tahun ini dan ini semua karenamu, dengan demikian GM harap sempatkan waktu untuk menghadiri acara penyerahan awardnya di Las vegas nanti” jawab Direktur yang sekarang dijabat Tae jun


“tapi aku tidak bisa sekarang” ucap GM “kenapa?” tanya Tae jun. GM Oh dengan gerakan tangan menggambarkan kalau “istriku sekarang…..”. Tae jun tertawa “Selamat GM Oh, sudah berapa bulan?” tanya Tae jun “satu bulan, dia tidak bisa beristirahat tanpa diriku” jawab GM Oh “terus bagaimana sekarang?” tanya Tae jun “sebaiknya anda sendiri yang kesana, sekarang Hotel sudah dalam keadaan baik” jawab Manager Oh mengusulkan.

Sekretaris Tae jun memberikan beberapa surat untuk Tae jun. tae jun mulai melihat surat satu persatu, tangan dan pandangan Tae jun terhenti pada sebuah surat yang dikirim dari Las Vegas. Pengirim surat adalah Kim Yun hee. Tae jun dengan cepat membukanya dan tidak memperdulikan surat-surat lainnya yang sekarang berserakan di atas meja.

“Aku bingung antara menelepon atau mengirim email kepadamu, akhirnya aku memutuskan menulis surat. Meskipun gampang untuk menulis surat, menempelkan perangko dan melemparkannya ke kotak surat, aku lebih suka membayangkan ekspresi dari penerima. Aku beradaptasi dengan baik, walaupun bahasa inggris sangat sulit tetapi aku sudah memiliki beberapa teman disini. Aku membayangkan berkunjung ke suatu tempat dan berbaring diatas hamparan rumput dengan langit biru diatasku dan melihat beberapa pesawat yang melintas, dan aku bertanya pada diri sendiri “dimana arah Seoul?dimana kamu berada sekarang?”. Aku rindu padamu, aku bermimpi semalam. Aku berada di sebuah gurun pasir dan aku sangat ketakutan. Di suatu tempat yang jauh, aku melihat mobil merah datang ke arahku, astaga siapa yang mengemudikannya? Kamu turun dari mobil dan aku berlari ke arahmu. Akibatnya, aku ketiduran dan terlambat masuk ke kelas. Aku menyukai sweater biru yang kau berikan padaku, suatu hari aku akan menyambutmu dengan memakai sweater ini. Las vegas terlalu panas, jadi aku tidak bisa sering memakai sweater ini. Jika saja aku bisa menyambutmu disini, itu akan membuatku sangat senang. Oh aku harus pergi untuk pelajaran selanjutnya, aku akan menghubungimu lagi, jaga dirimu baik-baik”.

Jin young, Son jung dan Koki Noh berkumpul dan berbincang bersama-sama. Son jung mulai menyombongkan dirinya kalau dia adalah wanita yang sangat bahagia sekarang, memiliki seorang suami yang sangat baik dan seorang calon bayi di rahimnya sekarang. Tidak seperti Son jung yang marah saat Jin young memakai cincin pemberian Dong hyuk, Jin young malah senang melihat Son jung akhirnya menemukan belahan jiwanya.

Koki Noh memuji GM Oh yang sudah sangat berubah dibandingkan sewaktu masih menjadi Manager. Jin young juga memuji GM Oh dan mengatakan kalau GM Oh lebih baik dari GM sebelumnya. “ngomong-ngomong dimana dia, kenapa lama sekali, kami harus ke rumah sakit untuk check up” keluh Son jung. Tiba-tiba GM Oh muncul dan mengucapkan maaf kepada Son jung “maafkan aku, maafkan aku anakku” ucap GM Oh pada Son jung dan calon bayi yang berada di perut Son jung. “oh, aku tidak bisa menonton ini, aku harus pergi” ucap Koki Noh “aku juga” ucap Jin young tersenyum.

Jin young berada di restoran Casablanca. Pikirannya kembali melayang saat dirinya dan Dong hyuk berbicara berdua, saat Dong hyuk berusaha menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka. Jin young melihat ke sisi tangga dan berharap Dong hyuk tiba-tiba muncul, namun harapannya sia-sia.

Jin young melihat foto dirinya dan Dong hyuk sewaktu berfoto bersama di Photo box yang sekarang terpasang di Hpnya “apa dia belum menghubungimu unnie?” tanya Jenny yang daritadi duduk dihadapan Jin young “belum, apa dia menghubungimu?” tanya Jin young balik “dia mengirimkan uang kepadaku, katanya dia akan sangat sibuk nanti” ucap Jenny “apa dia tidak mengatakan sesuatu padamu?” paksa Jin young “tidak, mengapa unnie tidak menyusulnya? Tiketnya masih ada kan?” tanya Jenny “aku tidak mungkin langsung berkemas tanpa memberitahu Dong hyuk sebelumnya, bagaimana jika aku tersesat di gurun pasir lagi?” tanya Jin young “cari limusin yang lain yang akan menyelamatkanmu” jawab Jenny. Jin young tertawa mendengar jawaban konyol Jenny.

Jin young melakukan kebiasaan lamanya, yaitu berdiri di balkon jika sedang bersedih. Cincin pemberian Dong hyuk masih melingkar di tangannya. Tae jun yang memang mengetahui kebiasaan Tae jun mencoba menghiburnya.
Tae jun : ada apa Suh Jin young, mangapa kau tidak bekerja?kenapa kau menjadi seperti ini? Terima kasih atas pengorbananmu, Hotel berjalan lancar sekarang.
Jin young : tidak ini salahku, aku bahkan tidak bisa membedakan antara persahabatan dan cinta. Aku menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadaku
Tae jun : kesempatan itu akan datang lagi, aku membawa Yong jae ke Las vegas. Sekarang kamu harus turun dan menyambut tamu VIP.
Jin young : mengapa harus aku? Ada GM Oh, aku tidak mau
Tae jun : dia tamu istimewa saya
Jin young terus mengomel dan mendumel selama perjalanan menuju Lobby Hotel “kenapa bukan Manager Yu atau yang lainnya, kenapa harus aku?lagipula kau tidak pernah mempromosikanku sekalipun” “teruslah bekerja keras, oh dia disana” ucap Tae jun dan menunjuk seorang Pria yang mengenakan jas hitam dan kacamata.

Jin young terkejut dan melihat ke arah Tae jun. Tae jun tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau Jin young harus berjalan ke arah pria tersebut.

Kali ini Tae jun harus benar-benar merelakan Jin young pergi dari sisinya.

Jin young berjalan perlahan-lahan ke arah pria tersebut. Air matanya sudah tidak terbendung sementara pria di seberang sana terus menunggu Jin young hingga akhirnya sampai di hadapannya.

“apakah kau menungguku?” tanya Dong hyuk, Jin young mengangguk “aku juga menunggumu” tambah Dong hyuk “berapa lama kau akan tinggal disini?” tanya Jin young “Yongwonhi, aku ingin berada disisimu selamanya” jawab Dong hyuk.
Jin young tersenyum dan memeluk Dong hyuk, begitupun dengan Dong hyuk yang sangat senang karena akhirnya bisa bersama dengan Jin young.

Yun hee berdiri di tanah lapang dengan menggunakan sweter biru kesayangannya. Yun hee terus melihat ke angkasa dan tersenyum melihat sebuah pesawat akhirnya melintas dan mendarat di pacuan landas.


THE END

Gak kerasa akhirnya sinopsis Hotelier yang merupakan sinopsis drama series pertama yang kutulis bersama dengan asri akhirnya selesai juga....
Membutuhkan waktu kurang lebih setengah tahun menyelesaikan sebuah sinopsis drama series. Walaupun capek dan letih mendera tetapi ada rasa lega tersendiri, senang dan bangga melihat Sinopsis hasil karya dan kerja keras terpampang di blog sendiri....

Sebagai seorang blogger, aku menyadari masih banyak kekurangan bahkan jauh dari kesempurnaan hasil sinopsis yang sudah kubuat, tapi aku sangat mengharapkan dukungan dan semangat dari Chingu semua....

Berhubung karena Hotelier sudah selesai, aku memutuskan untuk melanjutkan sinopsis yang lain yang belum selesai dan membuat sebuah sinopsis drama terbaru di Blog ini serta melanjutkan sinopsis Athena yang sudah hampir memasuki ending tentunya hanya di Pelangi drama.....

Kamsahamnida Chingu sudah menyempatkan mampir ke Blogku yang sederhana ini.... ^_____^


No comments:

Post a Comment