Wednesday, February 2, 2011

[Sinopsis] Movie My Sassy Girl Bagian Pertama

Akhirnya kesampaian juga bwt sinopsis movie yang satu ini. Movie yang membuatku semakin jatuh cinta pada k-drama. Selamat membaca dan mianhae jika masih banyak kekurangannya.





Cerita dimulai ketika seorang pria menunggu seseorang dibawah pohon.

Tepat dua tahun lalu hari ini, kami mengubur kapsul waktu disini. Kami berjanji bertemu disini dua tahun kemudian. Tapi ia belum datang juga, akan kutunggu.”

Flashback dua tahun sebelumnya

Orang tuaku ingin anak perempuan , jadi mereka mengasuhku seperti anak perempuan. Kukira aku perempuan hingga usiaku 7 tahun. Aku juga harus ke pemandian wanita.

Gyeon-woo sedang minum2 bersama teman2nya . Pandangannya kemudian beralih ke luar jendela ketika melihat seorang gadis melintas . “Ia tipeku, bila melihat tipeku aku tidak tahan aku harus merayunya”. Baru saja ia mau mengejar gadis itu Hp-nya berbunyi.

“Yomseo,siapa ini?” “Ini ibumu, kenapa kau tidak ke rumah bibimu?” “Aku segera berangkat omma” “kau harus datang, sudah sejak setahun sejak kau menemuinya” , “selama itu?” “Ia kesepian sejak anaknya meninggal dunia tahun lalu, katanya kau mirip dia , dia akan senang melihatmu. Hey, kau masih disana?” “kami tak mirip omma, aku benci jika dia mengelus pipiku begitu juga dengan paman”. “Ia akan kenalkan kau dengan seorang gadis” “Aku tahu tipe yang ia suka, bilang padanya terima kasih”.

Gyeon-woo di stasiun kereta bawah tanah dan menunggu kereta datang .

Aku ingin bertemu gadis seperti di komik romantic, tapi hari itu…..”



Gyeon-woo melihat seorang gadis yang berdiri melewati batas aman tempat tunggu kereta. Gyeon-woo menariknya tepat sebelum kereta melintas. Gadis itu hanya melihatnya dengan tatapan kosong, sepertinya dia sedang mabuk. Mereka pun masuk kereta dan gyeon-woo masih terus saja melihat gadis itu begitupun sebaliknya.

“Ia tipeku, tapi aku tak suka dia, kenapa? Gadis pemabuk membuatku muak” .

Kereta penuh sesak membuat gadis dan gyeon-woo terpaksa berdiri. Disamping gadis berdiri, duduk seorang pemuda . Tiba2 datang seorang kakek yang berdiri disamping si gadis dan ingin duduk . Pemuda yang duduk di kursi pura2 tidak melihat sang kakek.

“ya, bangun dan berikan kursimu pada yang lebih tua” teriak si gadis pada pemuda tersebut. Pemuda itu tidak menghiraukan ucapan si gadis dan akhirnya kepalanya dipukul (rasain tuch). Gyeon woo yang melihat hal itu menjadi takut. Akhirnya pemuda yang duduk itupun berdiri dan memberikan tempat duduknya kepada si kakek dan pergi.

Beberapa menit kemudian



Si gadis sepertinya akan muntah. Melihat hal itu gyeon-woo merasa ingin muntah juga. Gadis itu akhirnya muntah tepat diatas kepala kakek yang duduk di sampingnya dan mengenai wig serta baju sang kakek. Kakek membuka wignya yang terkena muntahan dan gadis itu kembali muntah diatas kepala kakek. Si gadis memanggil gyeon-woo dengan sebutan sayang tepat sebelum dia terjatuh dan pingsan. Semua orang yang berada di kereta langsung melihat kepadanya.

”Aku bukan….” “apa2an kau cepat urus ini. “ tapi aku bukan pacarnya, aku tak mengenalnya sama sekali”. “cepat kesini, kau tertawa, kenapa tak mengurusnya, cepat lakukan sesuatu?” ucap sang kakek.

Gyeon-woo akhirnya meletakkan tasnya dan melepaskan sweter yang sedang dipakainya. Dia kemudian mengelap kepala,wig dan baju kakek. “maaf, biar kubayar biaya cuci bajunya”, “sudah, sudah….lupakan urus saja dia”ucap sang kakek yang merasa kasihan melihat gyeon-woo dan si gadis yang pingsan yang disangka pacar gyeon-woo.

Mereka akhirnya turun dari kereta. Gyeon-woo bingung mau kemana apalagi dengan seorang gadis digendongannya. Gyeon-woo akhirnya menurunkan gadis itu dari gendongannya dan meletakkan gadis itu di kursi tunggu dan kemudian pergi. Tapi akhirnya dia kembali karena kasihan melihat gadis itu.

Selalu tak ada bila dibutuhkan, kemana semua motel ini. Aku benci dengan gadis pemabuk apalagi menggendongnya.”

Gyeon-woo menemukan sebuah motel dan membawa gadis itu ke motel tersebut. Sesampainya di motel dia meletakkan gadis di tempat tidur dan tidak sengaja melihat kalung yang berada di leher gadis. Gyeon-woo bergegas mandi untuk menghilangkan bau muntahan gadis. Tiba2 ada suara ketukan di pintu dan ternyata dua orang polisi wanita datang dan kemudian menangkapnya.

“Bukan aku pak, aku korban tak bersalah”. “Sudah ayo cepat masuk”. Gyeon-woo Kaget karena melihat di dalam sel sudah banyak tahanan yang berwajah seram seakan2 ingin memakannya. “siapa namamu?” “gyeon-woo” “kenapa kau disini?” “aku tak bersalah, aku jujur tuan” “jadi kau kira kami bersalah dan kau tidak”. Gyeon-woo dicecar dengan banyak pertanyaan oleh para gangster dan hal itu membuatnya ketakutan.

Keesokan harinya

“Gyeon-woo, kau keluar!” panggil sipir penjara dan kemudian membuka pintu sel. Gyeon-woo mengucapkan terima kasih kepada polisi dan pergi. Di depan kantor polisi dia berpapasan dengan gadis , namun gadis tidak mengenalinya dan terus saja berjalan.

“Aku pulang” “ kau ke Bupyung?” “ne” “kemari, kau menginap dimana , bibimu bilang kau tak datang dan kau membohongi lagi ibumu ini, kemana baju hangatmu?” . Gyeon woo terus dipukuli oleh sang ibu.

Aku Pria malang dan semua ini karena gadis pemabuk itu. Rasanya aku ingin mati

“Ibu tanya apa aku pergi ke Bupyung! Aku pergi tapi tak ke rumah bibi” teriak gyeon-woo kepada ibunya. Gyeon woo kemudian lari ke luar rumah dan masih dikejar oleh sang ibu. Dia melompati pagar dan kembali masuk ke dalam rumah dan ibunya berpikir dia sudah kabur.

Kenal aku, Aku mahasiswa biasa, jurusan Mesin. Belajar? Aku pintar tapi tak pernah belajar . Orang tuaku bisa buktikan itu.

Pada Waktu SD : “Kau pintar seperti ibu, tapi masalahmu adalah belajar” ucap ibunya. “Karena kau warisi kepintaran dari ayah, nilaimu akan lebih bagus, jika belajar lebih giat bodoh” ayah gyeon-woo menambahkan .

Pada waktu SMP : “Naik 4 angka dalam 3 tahun, kau sebut ini rapor? Karena kau warisi kepintaran dari ibumu nilaimu akan bagus jika kau belajar lebih giat lagi”. Ucap sang ayah dan ibu menasehati gyeon-woo (Ngakak setengah mati liat adegan ini)…

Jika kau mengasuh anak jangan pernah bilang mereka pintar, mereka tak akan pernah belajar . Tujuanku? belum kupikirkan. Kini kau sudah tahu, aku mahasiswa payah.

Gyeon-woo sedang asyik tidur dan tiba2 hp-nya berbunyi. Ternyata itu telepon dari si gadis dan mengajaknya untuk bertemu .

Bisanya ia begini. Aku masuk penjara dan dipukuli dengan vakum cleaner untuknya.

Gyeon-woo sampai di stasiun Bupyung dan mencari2 si gadis. Si gadis berdiri di belakang gyeon-woo dan kemudian berjalan menghampirinya dan berdiri di depan gyeon-woo. Gyeon-woo melihat gadis yang berdiri di depannya dan lalu bertanya pada si gadis “permisi” “kau orangnya?”tanya si gadis “ne”jawab gyeon-woo “ikut aku” ajak si gadis . Mereka masuk ke sebuah restoran dan si gadis bertanya kepada gyeon-woo mau pesan apa? Gyeon-woo membaca menu dan bingung ingin makan apa . “aku mau love me saja” ucap gyeon-woo “kau mau mati” ucap si gadis. Gyeon-woo yang mendengar hal tersebut kaget. “Minum kopi, dua kopi, kau yang bayar” ucap sang gadis kepada gyeon woo dan lalu beranjak pergi untuk duduk dan meninggalkan gyeon-woo yang kebingungan.

“katakan, apa yang terjadi semalam?” ucap sang gadis. Gyeon woo menjelaskan kejadian semalam dengan tergagap dan hal itu membuat sang gadis marah. “jangan tergagap, bicara yang jelas” teriak si gadis . Gyeon-woo pun menjelaskan semuanya mulai dari pertama kali mereka bertemu di kereta sampai akhirnya gyeon-woo di penjara.

Kukira mungkin gadis ini licik , pura2 mabuk dan kebingungan untuk memanfaatkan pria kebingungan . Pada gadis seperti ini kau harus tunjukkan siapa bosnya .

Begitu gyeon-woo selesai bercerita, dia heran karena melihat disekelilingnya sudah tidak ada siapa2 (restoran yang tadinya ramai tiba2 saja menjadi sepi). Gyeon-woo melihat gadis itu dan menatapnya.

Bila tak mabuk ia tipeku

“kau lebih cantik dan segar dari kemarin” puji gyeon-woo. Namun hal itu dianggap sebagai ejekan dan kalimat rayuan oleh sang gadis . “sungguh?aku tidak berbohong” ucap gyeon-woo . gadis kembali menambahkan jika ia tak ingin berkencan dengan gyeon-woo dan mereka tak ditakdirkan untuk bersama lalu pergi.

Gyeon-woo dan gadis pergi ke sebuah bar.

Kurasa ia peminum berat

“kau yang pesan” perintah sang gadis “ sup kimchi dan soju” ucap gyeon-woo kepada pelayan. Mendengar hal tersebut, gadis menarik daftar menu dari tangan pelayan dan melemparkannya ke gyeon-woo. “makan golbangee” ucap gadis “sebaiknya kau saja yang pesan “ kata gyeon-woo dengan wajah cemberut. “ya, jangan cemberut” ucap gadis dan kemudian menyuruh pelayan untuk menyiapkan golbangee.

Gadis tiba2 berdiri dan marah kepada agashi2 dan ahjussi2 yang duduk di sebelahnya karena memesan makanan yang sama. Gadis juga marah karena agashi2 itu adalah seorang psk …. Agashi2 itu akhirnya pergi dan meninggalkan gadis yang masih saja marah dan beradu mulut dengan ahjussi.

Gyeon-woo yang melihat hal itu hanya geleng2 kepala.

Ia gadis yang menakutkan. Secantik apapun dia aku malu tuk bersamanya

Setelah marah2 gadis kemudian duduk dan gyeon-woo menuangkan minuman untuknya agar dia menjadi tenang. Gadis minum 3 gelas soju dan dia tiba2 menangis.

Melihat gadis menangis membuatku sedih entah kenapa , Ia lebih menarik bila kulihat dari dekat

Gyeon-woo memberikan sapu tangannya kepada gadis. “kau mengelap ingusmu dengan ini?” tanya gadis yang masih menangis “tidak” jawab gyeon-woo. Sigadis kemudian menghapus air matanya dan kemudian memasukkan sapu tangan gyeon-woo ke saku celananya. “Berhentilah menangis, sapu tangan itu milikku” ucap gyeon woo. Si gadis mengeluarkan sapu tangan gyeon-woo dan mengembalikannya. “jujur saja, aku putus dengan pacarku kemarin” ucap sang gadis dan langsung tertidur.

Gyeon-woo kembali membawa si gadis ke motel yang sama. Gyeon-woo membelikan obat muntah karena si gadis terus saja muntah dan membangunkan semua penghuni motel. Gyeon-woo juga meminumkan obat tersebut kepada si gadis (baik banget sich gyeon-woo).

Saat menatapnya tidur, dia bagaikan bayi . Mungkin ini terlalu cepat tapi terpikir olehku untuk menyembuhkan luka di hatinya.

Keesokan harinya gyeon-woo kaget karena dia berada di atas tempat tidur sementara si gadis berada di lantai. Gyeon-woo hendak ke kamar mandi namun gadis terbangun dan meminta air kepada gyeon-woo. “ya, kenapa aku disini?” tanya si gadis “maaf kulihat ktp-mu, kau berusia 24 tahun dan aku lebih tua setahun darimu. Jika kau merendahkanku lagi…… “ ucapan gyeon-woo terhenti. “Lalu mau apa?” tanya sang gadis “anio” ucap gyeon-woo. Gadis lalu menyuruh gyeon-woo untuk mengambilkannya handuk dan sikat gigi. Setelah itu dia ke kamar mandi dan meninggalkan gyeon-woo yang masih bingung dengan semua yang terjadi.

Hubungan kami aneh sekali , kami baru bertemu 2 kali…. Begitulah hubungan kami dimulai.

Gyeon-woo sedang belajar di kelasnya. Dosen mengabsen murid satu persatu, namun gyeon-woolah yang menjawab hadir kepada dosen dengan nada suara yang berbeda2… Dosen menjelaskan di atas dan gyeon-woo sama sekali tidak memperhatikannya dan mulai terlihat mengantuk.

Seseorang masuk ke dalam ruangan dan rasa ngantuk gyeon-woo langsung lenyap begitu tahu yang masuk adalah gadis. Semua orang berbisik2 sementara gyeon-woo pura2 membaca buku. Gadis duduk di samping gyeon-woo dan meminta kepada dosen untuk beristirahat sejenak. Gadis mengajak gyeon-woo pergi, namun ditolak oleh gyeon-woo dengan alasan kelas belum selesai. “jangan jadi pengecut, ia sudah mengabsen kan? Ayo” ajak si gadis “Andwae, Aku tak bisa bolos kelas ini, bunuh saja aku” ucap gyeon-woo “araso” ucap si gadis dan langsung pergi meninggalkan gyeon-woo yang kemudian dicecar pertanyaan oleh teman2nya siapa gadis itu???. Dosen kembali masuk dan memanggil gyeon-woo. “Aku pak”ucap gyeon-woo sambil mengangkat tangan “kau tak kuanggap absen, jadi kau boleh pergi. Gadis itu kekasihmu kan? Temui dia” ucap sang dosen “kamsahamnida sonsaengnim” “kalau bisa kau nikahi dia” dosen menambahkan dan semua yang ada di ruangan tertawa. Di depan kelas ternyata gadis masih menunggu gyeon-woo. “Berhasil” ucap gadis dan terlihat sangat senang “kau bilang apa padanya” tanya gyeon-woo yang masih bingung “ aku bilang aku hamil dan kau ayahnya” ucap gadis. “mo, andwae! Professor itu tidak benar” teriak gyeon-woo dan kemudian ditarik paksa oleh sang gadis.

Gyeon-woo dan gadis pergi ke taman hiburan dan mereka mencoba wahana yang ada.

Ia ingin jadi penulis naskah, makanya terus menulis cerita. Ia menyebutnya synopsis. Agar aku semangat, ia mengajakku ke taman untuk membacanya. Membaca sinopsisnya membuatku stress. Jika terlewat apapun aku tamat

“Kau mau mati? Selesaikan membacanya” ancam gadis “baiklah” ucap gyeon-woo. Tiba2 gadis berdiri dan menghampiri seorang pria “ahjussi, anio, bisanya tuan membuang puntung rokok disini! Pungut! Dan kenapa kau pakai baju warna itu” ucap sang gadis sementara gyeon-woo mulai membaca tulisan gadis.

Pahlawannya tangguh bak terminator. Tahunnya 2137. Penjahat menculik kekasihnya dan pergi ke masa kini. Entah kenapa untuk menolongnya, ia naik mesin waktu ke masa kini.



(Gadis yang menjadi terminator dan gyeon-woo yang menjadi kekasihnya)

“Ini bukan drama tapi film laga” ucap gadis berusaha menjelaskan kepada gyeon-woo “kau tak tahu film, orang korea suka drama sedih. Kau tahu kenapa novel buat kita terharu saat masih remaja? Shower karangan Hwang Sun-won membentuk kepekaan seseorang saat remaja. Orang korea suka film sedih karena Shower” ucap gyeon-woo berusaha menjelaskan kepada si gadis kekurangan dari tulisan yang dibuatnya. “Shower, apa sedihnya?” tanya si gadis “sedih, saat ia minta dikubur memakai baju yang mengiingatkan pada kekasihnya. Aku tak bisa tidur seminggu” ucap gyeon-woo “harus diubah” ucap gadis “eottoke?” tanya gyeon-woo si gadis mulai membayangkan cerita shower dengan versinya sendiri.

Di cerita Shower ia diminta dikuburkan dengan pakaian kekasihnya sementara versi gadis ia diminta dikuburkan dengan temannya dalam keadaan hidup (wkwkwk).

“Mereka menguburnya hidup2, menyedihkan kan? Ucap gadis begitu slesai bercerita dengan versinya sendiri dan lalu berdiri menuju pinggir dermaga. “Aku pasti masih terluka, kurasa takkan bisa kulupakan” ucap gadis dan kemudian berbalik kepada gyeon-woo dan bertanya sedalam apa laut ini. “Aku tak tahu” ucap gyeon-woo dan mendekat ke pinggir dermaga . “Gyeon-woo, masuk ke air, aku mau tahu sedalam apa” ucap sang gadis “yang benar saja” jawab gyeon-woo yang dianggapnya hanya lelucon dan lalu didorong hingga terjatuh ke dalam air. “tolong, aku tak bisa berenang” teriak gyeon-woo “wah, ternyata memang dalam . ya, memang dalam” ucap gadis yang terus melihat ke dalam air dan tidak memperdulikan gyeon-woo yang berteriak minta tolong.

Pikiranku mulai kabur. Saat itu….

Gyeon-woo minum bersama teman2nya. Temannya mulai bertanya tentang kekasih baru gyeon-woo dan minta diperkenalkan . Gyeon-woo hanya tertawa dan pandangannya kembali terarah ke luar jendela(dasar gyeon-woo). “Lihat gadis yang disana? Ia kekasihku mulai hari ini. Araso?” ucap gyeon-woo kepada teman2nya dan mengikuti gadis tersebut . “Permisi, kau tak ada acara?” tanya gyeon-woo mencoba menggoda gadis tersebut yang tak lain adalah gadis yang dikenalnya. “Apa, sayang?” ucap sang gadis . Gyeon-woo berlari ketakutan dan gadis mengejar gyeon-woo, namun lari gyeon-woo sangat cepat sehingga si gadis kehilangan gyeon-woo.

“kenapa kebetulan ini bisa terjadi? Ucap gyeon-woo kepada teman2nya begitu kembali masuk ke restoran. Hp gyeon-woo berbunyi dan yang menelepon adalah gadis. “yomseo? Nomor anda salah atau sambungan sedang rusak , pleace call again. Nomor anda salah atau sambungan sedang rusak, pleace call again” ucap gyeon-woo yang mengikuti suara operator dan menutup teleponnya. Gyeon-woo mengintip keluar jendela dan melihat gadis berdiri di seberang jalan dan mencoba menghubungi Hp-nya.

SEJAM YANG LALU



Gadis menelepon gyeon-woo “Ini aku, kau dimana? Sedang apa? Bertemu temanmu? Boleh aku bergabung? Kenapa tidak? Aku ingin kenal mereka!” gyeon-woo menutup telepon dan tak ingin memberitahu keberadaanya kepada gadis. “Tamat kau sekarang”. Gadis pergi menemui gyeon-woo dan naik kereta bawah tanah . Sementara itu di peron lain, gyeon-woo juga berada di kereta yang sama. Seorang ibu turun dari kereta dan lupa membawa barang bawaannya. Gadis yang duduk tepat disamping ibu itu mengejar dan mengembalikan barang bawaan ibu dan akibatnya dia ketinggalan kereta. Tepat saat sang gadis mengejar kereta, gyeon-woo turun dari kereta dan membantu ibu membawakan barang bawaaannya (hehehehe….).

Gadis menunggu kereta berikutnya tetapi petugas memberitahukan jika kereta berikutnya terlambat datang dan dia memutuskan untuk naik taxi… taxi yang dinaikinya menabrak truk saptitank karena kelalaian sang sopir yang tidak memperhatikan jalan, malah melihat agashi2 di seberang jalan (wkwkwkwk). Gadis pun turun dari taxi dan berjalan sampai akhirnya melintas di depan restoran dimana gyeon-woo makan.

Karena aku mabuk, kuputuskan balas dendam kepadanya. Jika aku di stasiun Bupyung ia harus menggendongku

Gyeon-woo tertidur di kereta. Dia tidak menyadari jika semua penumpang kereta telah turun. Dia menjadi sasaran empuk pencuri yang mengambil semua barang berharga miliknya. “hey, Bangun Nak” “aku dimana?” tanya gyeon-woo yang baru bangun.

INCHEON STATIUN, karena ketiduran gyeon-woo malah sampai di stasiun incheon. Gyeon-woo kembali melanjutkan tidurnya di kursi tunggu dan seseorang yang menganggapnya pengemis memberikan uang yang dimasukkan dalam gelas minuman gyeon-woo. Begitu gyeon-woo terbangun, dia minum dan tersedak oleh uang koin tersebut. Gyeon-woo menelepon gadis dengan uang koin yang di dapatnya “Aku di stasiun incheon, datanglah 30 menit lagi” . Dia cepet2 menutup telepon dan kembali tidur di kursi tunggu.

“ya, bangun” ucap seseorang sambil menendang gyeon-woo. “pergi bodoh” ucap gyeon-woo yang masih tertidur. “kau membantah, bangun” . gyeon-woo akhirnya terbangun dan kaget karena dirinya telah berada di penjara kembali bersama para preman. “Annyeonghaseyo, bagaimana kabarnya” ucap gyeon-woo kepada para preman. “Apa? Pergi, bodoh? Mulutmu kasar, kubetulkan kau dengan cara gangster. Berdiri dengan kepalamu” perintah kepala gangster. Gyeon-woo pun mengikuti apa yang diperintahkan kepadanya. “bangun,duduk,bangun,duduk, berguling ke kanan, ke kiri. Lakukan yang benar, teruskan” perintah kepala gangster dan kemudian tertawa.

“hey, ada apa itu, dasar pencuri rendahan” ucap polisi. Gyeon-woo yang mendengar hal itu marah karena dirinya disuruh melakukan hal yang memalukan oleh seorang pencuri yang disangkanya adalah gangster. Para pencuri makan dan mengajak gyeon-woo makan, namun gyeon-woo menolaknya. Pencuri tersebut bukannya berhenti menggoda gyeon-woo malah menawarkan makanan terus kepada gyeon-woo yang membuatnya menjadi kesal dan memukul kepalanya dengan nampan yang ada disitu.

“Selamat pagi” ucap gadis dengan senyum termanisnya dan datang untuk membebaskan gyeon-woo. “dasar bodoh, jika lakukan lagi, kau tamat. Kau tak ada acara, sayang? Bahasa inggrismu bagus juga. Jaga sikapmu! Kau mau mati!“ gadis sangat marah dan memukul gyeon-woo begitu gyeon-woo keluar dari sel.

“masitta?” tanya gadis “ya, sangat enak” jawab gyeon-woo dan kembali melanjutkan makannya. “kau senang melihatku? Baiklah padaku dan kau akan selalu mujur” ucap sang gadis. (Aneh ya, habis dipukul ditraktir makan)….

Jika aku tidur, ibu memukuliku dengan benda apapun yang ada ditangannya. Jika sedang menyapu, ia memukulku pakai sapu. Jika sedang berbenah, pakai vakum. Bila aku mujur, dipukul pakai timun atau terong. Jadi, aku harus datang pada saat yang tepat.

“Kau belajar?” “ne, aku sedang cari sesuatu di internet” jawab gyeon-woo “tidurlah” , “ayah juga”. Ayah gyeon-woo melihat apa gyeon-woo benar2 belajar atau tidak. Dia menguping dan kemudian membuka pintu gyeon-woo untuk melihat apa yang sedang dilakukan gyeon-woo hingga berulang kali. Gyeon-woo yang sudah mengetahui sifat ayahnya pura2 belajar. Begitu ayahnya pergi dia mulai asyik berselancar di dunia maya.

“Ulang tahunku 2 hari lagi, awas kalau kau sampai lupa. Araso??? Karena aku sangat suka padamu, buat aku senyum begini. *^_________,^*Araci???. Gyeon-woo mendapat email dari gadis yang mengabarkan kalau 2 hari lagi dirinya berulang tahun. Gyeon-woo bingung mau memberikan kado apa pada gadis.

Ulang tahunnya, jika tak kusiapkan sesuatu ia akan membunuhku. Aku ada ide bagus, aku dulu bekerja di taman hiburan. Ini rencanaku. Tengah malam aku akan berdua dengannya di taman.Akan sangat gelap di sekitar kami. Satu persatu lampu ke komidi putar akan menyala . kuangkat tanganku dan lagu ulang tahun mulai. Lalu semua lampu menyala dan komidi putarnya bergerak. Juga ada kembang api, Hebat kan. Ia akan senang. Kuberikan 200 ribu won pada temanku yang bekerja disana.

“Lompat disini?” tanya gadis “ya, aku selalu ingin kemari di malam hari’ jawab gyeon-woo “ini ulang tahunku, bukan kau” “kita coba saja, aku naik dulu lalu kubantu kau. Ada pijakan disini, pegang tanganku. Sial” ucap gyeon-woo. Gyeon-woo terjatuh dan begitu bangun dia kaget karena seorang pria yang memakai baju tentara telah mengarahkan senapan kepadanya. Rupanya yang disangka pijakan oleh gyeon-woo adalah kepala tentara tersebut. Gadis memanggil gyeon-woo namun gyeon-woo tidak menjawab. Gadis akhirnya memanjat dinding dan kembali menginjak kepala tentara tersebut yang disangkanya pijakan. “kenapa tak menyahut, kau mau mati?” gyeon-woo tetap diam dan tentara tersebut mengarahkan senapan ke arah gadis yang membuatnya kaget. “Ikut aku”

Sementara itu di tempat lain di taman ria terlihat para tentara turun dari mobil dan mulai menyisir tempat tersebut. “Cepat masuk, cepat ke dalam. Duduk disini. Jika berisik kubunuh kau, araso?” perintah tentara kepada gyeon-woo dan gadis. Tentara bertanya kepada gyeon-woo apa yang dilakukannya di taman ria malam hari dan apa hubungan mereka berdua. Gyeon-woo menjawab jika dia hanya teman. “ jujurlah bodoh” “tidak ada yang istimewa” jawab gyeon-woo. “kenapa kau percaya pria macam ini?” tanya tentara kepada gadis “aku percaya diriku sendiri” jawab gadis. Tentara mulai menceritakan kisah hidupnya jika dia juga memiliki seorang kekasih, tapi kekasihnya jatuh cinta pada pria lain dan meninggalkan dirinya. Gadis mulai menasehati tentara jika dia tak boleh melakukan hal seperti ini “walau kau lakukan ini, ia takkan kembali” “kude, ara. tapi jika aku mati, ia takkan sedih” jawab tentara. “Anio, kau salah. Rasa sakitnya lebih cepat hilang dari dugaanmu” ucap gadis yang terlihat sedih. “Maaf, bagaimana jika kau lepaskan dia?” tanya gyeon woo “jika aku tidak mau?” jawab tentara. “ “kalau begitu….lepaskan aku saja” jawab gyeon-woo. “kupikir2 alismu ingatkan aku pada pria itu, sikapmu juga seperti dia”. Ucap tentara dan menyuruh gadis untuk pergi dan gyeon-woo tetap tinggal. “gyeon-woo jangan terlalu cemas, tentara ini bukan penjahat. Kau akan keluar dengan selamat” ucap gadis dan pergi meninggalkan gyeon-woo.

Begitu gadis keluar, dia langsung disorot oleh banyak lampu dan dibawa pergi oleh tentara.

No comments:

Post a Comment